Filosofi tentang Apa itu Cinta versi Bucinku - Bucinku

Filosofi tentang Apa itu Cinta versi Bucinku

Apa itu Cinta dan Filosofinya? Istilah "Cinta" mungkin sudah bukan hal yang baru lagi terdengar di telinga kita, bahkan setiap dari kita pasti mampu untuk mendefinisikan "cinta" berdasarkan versi kita masing-masing. ada yang menganggap cinta itu merupakan keinginan kuat yang terdapat dalam diri seseorang untuk memiliki objek lain di luar diri mereka (maksudnya itu keinginan kuat untuk memiliki lawan jenis yang mereka sukai). Ada juga yang menganggap bahwa cinta itu tidak ada logika, dan ada juga yang menganggap cinta itu buta dan tuli, buta untuk melihat wanita/pria lain dan tuli untuk mendengar keburukan pasangannya.

Berikut ini defenisi cinta menurut versi Bucinku

Cinta merupakan pertimbangan logis yang di dominasi nilai-nilai positif di banding nilai-nilai negatif dari objek yang di amati. Pada dasarnya setiap orang pasti memiliki logika di dalam kepala mereka untuk menimbang hal-hal yang baik dan buruk sebelum menentukan atau memilih sesuatu.

Filosofi tentang Apa itu Cinta

Kita juga percaya bahwa setiap orang yang memiliki perasaan suka (tertarik) pada lawan jenis mereka, semua di mulai dari pertimbangan logis di dalam kepala mereka, yaitu perbandingan antara nilai-nilai positif dan nilai nilai negatif yang ada dalam diri pasangan mereka (objek lain).

Nilai-nilai positif yang dimaksud bisa berupa kelebihan objek itu sendiri (orang itu sendiri) contoh, paras yang mendukung bisa berupa cantik/tampan, memiliki pesona (kharismatik), terlahir dari keluarga kaya, memiliki sifat (karakter) yang di senangi banyak orang, bisa berupa baik, rendah hati, dan berbagai hal yang bisa dijadikan nilai tambah lainnya.

Sedangkan nilai-nilai negatif, yang di maksud bisa berupa kekurangan kita, karakter yang dianggap buruk, atau kebiasaan buruk yang melekat di dalam diri kita.

Contoh kekurangan yang melekat di dalam diri:

1. Fisik yang dianggap kurang baik (gemuk/kurus)

Sebagian orang ada yang menganggap tubuh yang gemuk/kurus merupakan sebuah bentuk fisik yang tidak ideal, namun sebagian lagi ada yang beranggapan bahwa tubuh yang gemuk/kurus merupakan sebuah ciri khas yang unik dan dapat menghadirkan nilai tarik tersendiri. pada kasus ini bentuk fisik (gemuk/kurus) masih bersifat relatif, tergantung pada personal (orang) yang saat ini sedang mengamati (menilai) kita.



2. Fisik yang dianggap kurang baik (paras yang dianggap tidak mendukung)

Paras yang di maksud adalah bentuk wajah yang menjadi pembawaan kita sejak lahir. pada kasus ini bentuk wajah juga masih bersifat relatif karena terdapat beberapa kasus seperti yang saya alami pribadi,(objek) orang yang saya anggap bentuk fisiknya (wajahnya) tidak menghadirkan rasa ketertarikan pada diri saya pribadi, Namun pada kenyataannya dapat menghadirkan ketertarikan tersendiri pada (objek lain) teman saya. pada kasus ini bentuk fisik masih bersifat relatif, kembali tergantung pada personalnya.

3. Fisik yang dianggap kurang baik (wajah berjerawat)

 


Hampir semua orang menganggap wajah yang di tumbuhi jerawat merupakan kondisi fisik yang tidak ideal, Namun bagi orang-orang yang wajahnya di tumbuhi jerawat janganlah berkecil sebab di era sekarang ini ada berbagai macam produk dan jasa yang menawarkan pembersih dan perawatan kulit.

Contoh karakter atau pembawaan dianggap buruk :

1. Matrealistik

Metrealistik atau yang biasa disebut dengan matre merupakan cara memandang atau berfikir seseorang dengan mempertimbangkan segala aspek yang bersifat kebendaan, karakter ini dapat melekat pada siapa saja tanpa memandang gender (jenis kelamin).

Hampir semua orang beranggapan bahwa orang yang memiliki karakter seperti ini kurang baik dan memberikan kesan buruk dimata masyarakat ataupun keluarga personal yang sedang di dekatinya.

2. Cerewet

cerewet merupakan karakter ataupun pembawaan seseorang yang bibirnya terlalu aktif (hehehe) karakter ini juga dapat melekat pada siapa saja. dominan karakter ini terdapat pada wanita (maaf ni bukan menuduh, hehehe). sebagian orang memandang karakter ini sebagai tindakan berlebihan (over protektif). biasanya si orang yang memandang hal ini sebagai bentuk over protektif itu orang-orang yang sering kena omel sama calon emak-emak rempong hehehe. sebagian lagi memandang hal ini sebagai hal yang wajar, apalagi kalau karakter ini melekat pada wanita.

3. Pemarah

Pemarah merupakan karakter yang kurang baik dan membawa kesan buruk.

Wanita yang bersifat Pemarah

karakter ini biasanya terjadi akibat ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan perubahan mood (suasana hati) orang itu sendiri. orang yang memiliki karakter seperti ini condong membuat orang-orang di sekitarnya menjauh dan menjaga jarak dengannya. gimana pria/wanita idaman kalian jadi milik kalian jika karakter ini melekat pada diri kalian. ciri-ciri orang yang memiliki karakter ini biasanya mudah marah dengan hal hal yang sepele. dikit-dikit marah, dikit-dikit marah, positive thinking aja mungkin barusan dia habis nelan tabung elpiji.

Contoh kebiasaan yang dianggap buruk :

1. Jarang mandi

Saya rasa kita semua bisa sepaham untuk hal ini bahwa jarang mandi merupakan kebiasaan buruk, kecuali ada alasan-alasan mendasar dan logis yang tidak mengharuskan kamu mandi seperti adanya gangguan kesehatan. di luar itu saya rasa tidak ada alasan mendasar.
By The Way para pembaca udah pada mandi belum? kalau belum, jangan lupa mandi biar cantiknya keliatan.

2. Jorok

Jorok merupakan kebiasan buruk yang bisa membuat orang lain jadi ilfil. jika kalian lagi naksir ni dengan seorang pria/wanita ada baiknya kalian merubah kebiasaan buruk ini.

Perempuan yang bersifat jorok

3. Membanding-bandingkan si A dengan si B

Kebiasaan ini bisa jadi membawa kesan positif dan bisa jadi membawa kesan negatif, kebiasaan membanding-bandingkan ini saya masukan dalam salah satu kebiasaan yang dianggap buruk karena pada umumnya orang yang memiliki kebiasaan ini lebih dominan menghadirkan kesan negatif (melukai hati orang yang jadi bahan perbandingan) dan tidak jarang respon dari mereka yang jadi bahan perbandingan ini justru menyerang balik ke personal orang yang membandingkannya tadi atau "personal attack", nah ini bisa jadi salah satu contoh kesan negatif.

Membanding-bandingan orang boleh-boleh aja asal endingnya menghasilkan kesan positif, contoh misalnya kalian lagi PDKT dengan seorang wanita, kalian membandikan perempuan yang lagi dekat dengan kalian dengan wanita lain, "kok kamu kurusan?, liat tuh si A misalnya, dia lebih keliatan berisi dari kamu. kamu harus banyak makan, tidur yang teratur, dan jangan banyak pikiran. kamu boleh deh cari tempat makan yang enak, pilih makanan yang kamu suka, nanti aku yang teraktir deh." nah kalau beginikan kesannya positif, terlihat peduli dan care dengan orang yang barusan di bandingkan.

Hal-hal inilah yang kalian gunakan secara tidak langsung sebagai basis data kalian untuk menilai pria/wanita yang kalian amati, bahasa sederhananya, si dia cocok nggak si jadi pasangan kalian? si dia lebih banyak nilai-nilai positifnya (kelebihan) nggak sih? apa si dia lebih banyak nilai-nilai negatifnya (kekurangan)?
metode perbandingan seperti inilah yang hadir di dalam pikiran kalian setelah kalian mampu mengakses informasi dan mengamati objek lain di luar diri kalian (si dia).

Dari penjelasan di atas kita bisa memahami dasar-dasar yang dapat membuat kita tertarik (suka) pada lawan jenis kita, kesimpulannya cinta itu hadir berdasarkan pertimbangan logis di dalam kepala kita, dan aspek-aspek yang dapat mempengaruhi kita dalam menentukan pilihan yaitu basis data dari objek yang kita amati.
Mau Curhat? Sini..
Udahan Curhatnya

Enggak ada Curhatan buat "Filosofi tentang Apa itu Cinta versi Bucinku"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel